Warta  

Sarasehan Perguruan Silat Jelang Suro, Kapolres Ajak Wujudkan Ngawi Aman dan Kondusif

admin
8bcce18b 0907 44fa befc 20dec9b3b82a

NGAWI | MDN – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif menjelangh Bulan Suro 2026, Polres Ngawi bersama Forkopimda Kabupaten Ngawi menggelar Sarasehan Perguruan Pencak Silat se-Kabupaten Ngawi di Notosuman Convention and Restaurant, Desa Watualang, Kabupaten Ngawi, Sabtu malam (13/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 peserta tersebut menjadi wadah mempererat komunikasi, koordinasi, serta komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Ngawi dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis selama rangkaian kegiatan Bulan Suro.

Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang sarat dengan nilai-nilai luhur seperti persaudaraan, sportivitas, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap sesama.

“Pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bela diri, tetapi juga sarana membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, disiplin, dan cinta persatuan. Karena itu, menjelang Bulan Suro ini kami mengajak seluruh keluarga besar perguruan silat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Ngawi,” ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama.

Kapolres juga mengimbau agar seluruh anggota perguruan silat tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik, menghindari konvoi yang mengganggu ketertiban umum, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan selama Bulan Suro tidak dapat dilakukan oleh Polri sendiri, melainkan membutuhkan dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya para ketua dan pengurus perguruan silat.

“Kami meminta komitmen bersama bahwa mobilisasi kegiatan Bulan Suro hanya diperuntukkan bagi calon warga dan pendamping yang telah ditentukan, tanpa penggembira, tanpa senjata tajam, dan tanpa minuman keras.

Polres Ngawi menjamin pengamanan seluruh kegiatan perguruan silat dan akan menindak tegas setiap oknum yang melanggar aturan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres Ngawi mengajak seluruh peserta sarasehan untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap Bulan Suro.

“Mari kita geser mindset kita, dari Suro yang identik dengan risiko kerawanan menjadi Suro yang penuh kesakralan, persaudaraan, dan nilai budaya yang luhur,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi sekaligus Ketua IPSI Kabupaten Ngawi, Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si., menyampaikan bahwa komunikasi dan sinergitas antarperguruan silat di Kabupaten Ngawi selama ini telah berjalan dengan baik dan perlu terus dipertahankan.

Ia berharap seluruh perguruan silat dapat menjadi teladan dalam menjaga keamanan, sekaligus berperan membentuk generasi muda yang kuat secara fisik dan berkarakter melalui penanaman nilai-nilai budi pekerti.
Kegiatan sarasehan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menghasilkan komitmen bersama seluruh perguruan silat untuk menjaga persatuan, memperkuat koordinasi hingga tingkat desa, serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif selama Bulan Suro 2026 di Kabupaten Ngawi.

Kegiatan berakhir dengan aman, lancar, dan penuh semangat persaudaraan sebagai wujud nyata sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh perguruan pencak silat dalam menjaga Kabupaten Ngawi tetap damai dan harmonis. [Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *