Warta  

Kapolres Lamongan: Tidak Ada Negosiasi bagi Pelanggar Hukum Saat Pengesahan PSHT, Suro Harus Aman dan Damai

admin
Kapolres Lamongan Tidak Ada Negosiasi bagi Pelanggar Hukum

LAMONGAN | MDN – Polres Lamongan menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pelaksanaan Apel Pengamanan Pengesahan Warga Baru Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lamongan Pusat Madiun Tahun 2026.

Apel pengamanan tersebut digelar di Alun-Alun Kabupaten Lamongan, Kamis (18/6), pukul 15.50–16.30 WIB, dan dipimpin langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lamongan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., M.Ek.; Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si.; Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf. Deni Suryo Anggo Digdo; Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan, S.I.K.; Danyon D Sat Brimob Polda Jatim Kompol Masrukin, S.H.; Danki 1 D Sat Brimob Polda Jatim AKP Walijo; Danki 3 D Sat Brimob Polda Jatim AKP Asmad; para Pejabat Utama Polres Lamongan; Forkopimcam se-Kabupaten Lamongan; Ketua PSHT Cabang Lamongan; serta jajaran Pamter PSHT.

Dalam amanatnya, Bupati Lamongan dan Kapolres Lamongan menegaskan bahwa pengesahan warga baru PSHT merupakan agenda penting dan sakral bagi organisasi. Namun, seluruh pihak harus memastikan kegiatan tersebut berlangsung aman, tertib, serta tidak dicederai oleh tindakan yang melanggar hukum.

Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran hukum yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami tidak akan ragu untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum yang terjadi sesuai dengan Maklumat Suro Aman dan Damai yang telah disepakati bersama. Siapa pun pelakunya, dari pihak mana pun. Tidak ada pengecualian dan tidak ada negosiasi,” tegas Kapolres.

Ia juga menekankan bahwa tidak ada ruang bagi kegiatan konvoi maupun arak-arakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Seluruh personel pengamanan diminta bertindak profesional, humanis, dan netral dalam menjalankan tugas.

“Saya tegaskan bahwa kami berdiri di tengah dan netral. Tidak ada ampun bagi oknum massa perguruan silat maupun masyarakat yang melaksanakan konvoi, baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan serta membunyikan klakson secara berlebihan yang mengganggu masyarakat,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, tidak ada massa dari luar Kabupaten Lamongan yang diperbolehkan menghadiri kegiatan pengesahan tersebut. Apabila ditemukan rombongan dari luar daerah, petugas akan melakukan penyekatan di perbatasan dan mengambil tindakan tegas serta terukur sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepada Ketua PSHT, Pamter, dan para koordinator lapangan, Kapolres meminta agar turut aktif mengendalikan serta mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga ketertiban dan nama baik organisasi.

“Keberhasilan pengamanan bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen organisasi,” katanya.

Untuk mendukung pengamanan, sebanyak 2.057 personel gabungan diterjunkan. Personel tersebut berasal dari Polres Lamongan, BKO Sat Brimob Polda Jawa Timur, Dit Samapta Polda Jawa Timur, Kodim 0812 Lamongan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pamter PSHT, koordinator lapangan, serta unsur pendukung lainnya.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin Kabag Ops Polres Lamongan Kompol Budi Santoso, S.H., M.H. Kegiatan ini bertujuan memantapkan pola pengamanan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan personel di lapangan.

Melalui sinergi seluruh unsur pengamanan dan dukungan dari organisasi PSHT, diharapkan pelaksanaan pengesahan warga baru tahun 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi bukti bahwa PSHT merupakan organisasi besar yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.

Polres Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus “Jogo Lamongan” demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. [NH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *