
LAMONGAN | MDN – Banjir Bengawan Jero yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Lamongan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Tinggi muka air sungai masih berada di atas ambang batas Siaga Merah, menyebabkan ribuan rumah warga dan ribuan hektare lahan pertanian terendam.
Data UPTD PSDA Kuro mencatat, papan duga air (peilschaal) Kali Blawi menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pada Kamis (22/1/2026), elevasi muka air tercatat +0,74 meter. Sehari sebelumnya, Rabu (21/1/2026) pukul 06.09 WIB, ketinggian air kembali naik menjadi +0,77 meter, jauh melampaui batas Siaga Merah di angka +0,50 meter.
Kepala Bagian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lamongan, Sugeng Widodo, menjelaskan bahwa peningkatan debit air dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Lamongan secara merata. “Air hujan dari sejumlah wilayah bermuara ke Bengawan Jero sebelum mengalir ke Bengawan Solo. Kondisi ini membuat debit air meningkat cukup signifikan,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Lamongan, banjir Bengawan Jero berdampak pada 5.188 rumah warga serta 7.125 hektare lahan pertanian di lima kecamatan. Tak hanya itu, puluhan sekolah juga dilaporkan terganggu aktivitasnya akibat genangan air.
Untuk mengurangi dampak banjir, pemerintah daerah mengoperasikan 15 unit pompa air di sejumlah titik rawan. Total kapasitas pompa yang disiagakan mencapai 9.900 liter per detik, termasuk pompa utama di Rolak Kuro dengan kapasitas 8.500 liter per detik. Selain itu, jalur pembuangan gravitasi di Kali Corong, Kali Wangen, Kali Tebaloan, dan Kali Bendungan juga dimanfaatkan untuk mempercepat aliran air.
Amri, salah satu warga Desa Ketapangtelu, mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 2019. “Rumah saya sudah hampir tiga minggu terendam air. Kami berharap air segera surut, sehingga aktivitas warga bisa kembali normal,” tuturnya dengan nada pasrah.
Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya menyalurkan bantuan logistik dan memastikan layanan pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat. Namun, hingga kini banjir Bengawan Jero masih menjadi ancaman serius bagi kehidupan warga di wilayah terdampak. [NH]













