LAMONGAN – MDN | Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan menggelar pelatihan penyusunan proposal business plan dan mitigasi risiko KDMP (Keberlanjutan, Dampak, Mitigasi, Pengendalian) bagi pelaku usaha mikro dan koperasi. Kegiatan ini berlangsung di aula dinas setempat dan diikuti oleh 100 peserta dari berbagai sektor usaha, Senin (3/11/2025).
Pelatihan menghadirkan narasumber utama Dr. Mohammad Yaskun, S.E., M.M., Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (UNISLA), yang menekankan pentingnya perencanaan usaha berbasis data dan strategi risiko.
“Business plan bukan sekadar syarat administrasi, tapi peta jalan bisnis. Harus menjawab tujuan, strategi, dan antisipasi risiko,” ujar Dr. Yaskun.
Dalam sesi pemaparan, peserta diajak memahami empat dimensi risiko KDMP: keberlanjutan usaha, dampak sosial-lingkungan, mitigasi melalui inovasi, dan pengendalian operasional. Materi disampaikan secara interaktif, dilanjutkan dengan praktik penyusunan proposal usaha sesuai bidang masing-masing.
Dr. Yaskun juga menyoroti pentingnya pendekatan Smart and Sustainable Business, yang kini menjadi standar penilaian investor dan lembaga keuangan. Ia mendorong pelaku usaha untuk mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan dalam model bisnis mereka.
“Usaha yang berkelanjutan bukan hanya soal untung, tapi juga soal manfaat sosial dan tanggung jawab lingkungan,” tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun wirausaha tangguh dan berdaya saing. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha.
“Kami rutin menggandeng perguruan tinggi agar pelatihan berbasis riset dan kebutuhan riil lapangan,” ujarnya.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pengusaha kuliner, peternakan, industri kreatif, dan koperasi wanita. Salah satu peserta, Sri Wahyuni dari Paciran, mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru dalam mengelola usaha secara terstruktur.
“Saya jadi paham pentingnya perencanaan dan menghitung risiko. Usaha tidak bisa hanya mengandalkan intuisi,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi kelompok dan tanya jawab, membahas tantangan nyata seperti permodalan dan pemasaran digital. Dr. Yaskun memberikan solusi praktis, termasuk pemanfaatan media sosial dan akses pembiayaan koperasi.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis membangun karakter wirausaha Lamongan yang cerdas, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan dukungan ilmu dan kebijakan, para peserta diharapkan mampu menata bisnisnya menuju masa depan yang lebih tangguh. [NH]













