Semanding Porak-Poranda! Hujan Deras dan Angin Kencang Hantam 9 Desa

admin
Puting Beliung Mengamuk di Tuban, Ratusan Rumah Rata dengan Tanah

TUBAN – MDN | Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, sejak Senin (08/12/2025) sore hingga malam hari, mengakibatkan kerusakan permukiman dan fasilitas umum di sejumlah desa. Desa Penambangan tercatat sebagai wilayah terdampak paling parah dengan ratusan rumah rusak akibat terpaan angin puting beliung.

Menindaklanjuti laporan kejadian, Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono, turun langsung meninjau Desa Penambangan pada Selasa (09/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia secara simbolis menyerahkan paket sembako kepada keluarga terdampak sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.

Wabup Joko menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami warga. Ia menegaskan bahwa intensitas hujan tinggi disertai angin kencang telah menyebabkan rumah rusak, pohon tumbang, serta gangguan akses jalan.

“Atas nama Pemkab Tuban, kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Semoga warga diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada BPBD Tuban, Forkopimka Semanding, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang sigap merespons kejadian. Menurutnya, langkah cepat membuka akses jalan dan membersihkan material longsoran maupun pohon tumbang menjadi bukti koordinasi tanggap darurat berjalan baik.

Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Sudarmaji, melaporkan bahwa bencana tersebut berdampak pada 9 desa di Kecamatan Semanding.

  • Desa Penambangan: 134 rumah rusak, 13 pohon tumbang
  • Desa Tegalagung: 102 rumah rusak, 1 pohon tumbang
  • Desa Prunggahan Wetan: 20 rumah rusak, 1 warung tertimpa pohon, 3 pohon tumbang
  • Desa Prunggahan Kulon: 14 rumah rusak, 1 pohon tumbang menimpa rumah
  • Desa Semanding: 6 rumah rusak
  • Desa Genaharjo: 5 rumah rusak
  • Desa Sembungrejo: 1 rumah rusak
  • Desa Bektiharjo & Kelurahan Gedongombo: masing-masing 1 pohon tumbang

Penanganan darurat melibatkan BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat yang bergotong royong membersihkan material dan membantu warga terdampak.

Wabup Joko menginstruksikan agar pendataan kerusakan dilakukan secara cepat dan terukur. Material bangunan akan segera didistribusikan ke balai desa untuk mendukung perbaikan rumah warga secara bergotong royong. Hasil peninjauan lapangan akan dilaporkan kepada Bupati Tuban sebagai acuan kebijakan rekonstruksi dan pemulihan permukiman.

“Data riil dari lapangan menjadi dasar kita mengambil langkah terbaik untuk mempercepat pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Berdasarkan informasi BMKG, potensi hujan deras disertai angin kencang masih mungkin terjadi hingga awal 2026. Wabup Joko meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, sementara BPBD diminta menyusun SOP kebencanaan yang cepat, tepat, dan aplikatif.

Sudarmaji menambahkan, warga diimbau segera melaporkan jika terjadi kejadian bencana agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *